Tampilkan postingan dengan label lion air. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label lion air. Tampilkan semua postingan

Pencarian Korban Lion air Di Sudahi | Terkini Internasional

Pencarian Korban Lion air Di Sudahi | Terkini Internasional

 https://terkini1235.blogspot.com/2018/11/pencarian-korban-lion-air-di-sudahi-terkini-internasional.html
Pencarian Korban Lion air Di Sudahi | Terkini Internasional

Terkini1235 - Badan SAR Nasional menyudahi operasi pencarian korban jatuhnya pesawat Lion Air PK-LQP penerbangan JT 610, Sabtu (10/11/2018) siang.

Kepala Basarnas Marsekal Madya M Syaugi mengatakan, keputusan itu diambil karena bagian tubuh korban yang ditemukan semakin sedikit.

"Kami dari tim SAR Basarnas mengambil keputusan bahwa operasi SAR ini secara terpusat disudahi atau ditutup hari ini,"

kata Syaugi di Dermaga JICT 2 Pelabuhan Tanjung Priok, Sabtu siang. Syaugi menyampaikan, operasi pencarian pada Jumat kemarin hanya menghasilkan temuan satu kantong jenazah.

Sementara itu, pencarian sejak Sabtu pagi hingga siang tidak membuahkan hasil.

"Berdasarkan evaluasi kita peninjauan ke TKP, rapat staf, dan masukan dari berbagai pihak, kemarin kita hanya menemukan satu kantong jenazah, itu pun hanya pagi hari,"

ujar Syaugi. Ia mengatakan, bagian tubuh korban tetap tidak ditemukan, baik di area pencarian bawah laut maupun pesisir Tanjung Pakis, Karawang. Walaupun operasi SAR terpusat dihentikan, Syaugi menyebut tim dari Kantor SAR Jakarta dan Bandung tetap bersiaga bila ada informasi temuan bagian tubuh korban.

Ia juga menyampaikan, Basarnas tetap mendukung upaya Komite Nasional Keselamatan Transportasi dalam mencari black box berisi cockpit voice recorder dengan mengerahkan sepuluh orang penyelam.

Dengan demikian, proses pencarian oleh Basarnas selama 13 hari membuahkan temuan 196 kantong jenazah berisi bagian tubuh korban yang semuanya telah diserahkan ke pihak RS Polri untuk diidentifikasi. Pesawat Lion Air JT 610 rute Jakarta-Pangkal Pinang jatuh di Tanjung Karawang, Jawa Barat, Senin (29/10/2018) pagi.

 Pesawat itu mengangkut 181 penumpang dan 8 awak. Semua penumpang dan awak diduga tewas dalam kecelakaan itu. Video Pilihan

Pencarian dan pengevakuasian jenazah atau juga barang barang bukti dari pesawat lion air jt 610 sudah di akhiri pada hari ini oleh barsanas

Share:

4 Kendala Basarnas Susah Temukan CVR Lion Air PK-LQP | Terkini Internasional

4 Kendala Basarnas Susah Temukan CVR Lion Air Temukan CVR Lion Air

 https://terkini1235.blogspot.com/2018/11/4-kendala-basarnas-susah-temukan-cvr-lion-air-pk-lqp.html
4 Kendala Basarnas Susah Temukan CVR Lion Air PK-LQP

Terkini1235 - Hingga memasuki hari ke-10, Cockpit Voice Recorder (CVR) yang merupakan bagian dari kotak hitam Pesawat Lion Air PK-LQP dengan tujuan Pangkalpinang masih belum ditemukan.

Meski demikan tim penyelam dari TNI Angkatan Laut berhasil menemukan bagian dari mesin turbin serta serpihan kokpit pesawat Lion Air pada kedalaman 30 meter. Temuan tersebut terdeteksi dari sinyal yang dikeluarkan dari CVR.
Komandan Satuan Kapal Amfibi Koarmada I Kolonel (P) Bambang Trijanto berharap dengan temuan ini, CVR Lion Air dapat segera ditemukan.

"Doakan saja, dari temuan serpihan-serpihan yang kita angkat semoga ada CVR," harap Bambang.

Lantas apa kendala para penyelam Basarnas dan TNI dalam menemukan CVR Lion Air? Apakah ada alternatif lain jika CVR tidak berhasil ditemukan?

Lumpur Setebal 1 Meter

Sebelum penemuan serpihan kokpit dan turbin Lion Air yang jatuh di perairan Tanjung Karawang, Tim SAR gabungan telah berhasil mengevakuasi roda serta mesin pesawat, pada Minggu, 4 November 2018.

Dengan terkumpulnya bagian-bagian tubuh dari pesawat pabrikan Boeing tersebut, pihak KNKT berharap penyebab jatuhnya Lion Air dapat segera diketahui.

Sedangkan CVR dari black box Lion Air hingga hari ini belum ditemukan karena terhalang lumpur setebal 1 meter lebih.

"Kami cari kami petakan, sehingga itu jaraknya sekitar 52 meter. Nanti kami akan lebih teliti lagi di situ, karena itu bawahnya lumpur, dalamnya 1 hingga 1,5 meter," papar Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas, Nugroho Budi Wuryanto.

Lantas apa yang akan terjadi jika data yang berisi rekaman pilot, kopilot dengan petugas Air Traffic Control tersebut belum ditemukan? Menurut Kepala Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Soerjanto Tjahjono hal tersebut akan mempersulit investigasi.

Karena CVR juga berfungsi memberikan tanda peringatan jika pesawat terbang kurang dari 1.000 feet.

Derasnya Arus Bawah Laut

Selain tebalnya lumpur di dasar laut, kencangnya arus bawah laut di perairan Tanjung Pakis, Jawa Barat, juga menjadi kendala pencarian Cockpit Voice Recorder (CVR) Lion Air PK-LQP.

Sebelumnya Kepala Badan SAR Marsekal Muda TNI (Marsda) M. Syaugi mengatakan, sinyal ping dari kotak hitam (black box) pesawat sudah terdeteksi oleh satu kapal yang memiliki alat remotely operated underwater vehicle (ROV).

Lokasi sinyal berada di kedalaman 32 meter dari permukaan laut, dan berjarak 400 meter dari titik hilang. Informasi KNKT, sinyal ping bisa bertahan sampai 90 hari. Karenanya sejak awal November pencarian difokuskan ke black box Lion Air.

Derasnya arus pada kedalaman tersebut, jangkar milik salah satu kapal yang memiliki alat remotely operated underwater vehicle (ROV) diturunkan untuk menstabilkan posisi kapal.

Sinyal VCR Mati Sejak 2 Hari Lalu

Kendala untuk menemukan hasil percakapan dari kokpit pesawat dengan petugas ATC di bandara ternyata tidak hanya terhenti karena masalah lumpur dan arus deras.

Kepala KNKT menyebut, sinyal CVR pesawat Lion Air JT 610 sempat menghilang selama 2 hari. Tepatnya pada tanggal 3 dan 4 November 2018.

"Ya sekarang pun kami sudah tidak mendengar sinyalnya. Jadi dengan metode apapun akan mencari CVR itu,” katanya, Senin (5/11/2018).

Padahal, lanjut Soerjanto, sinyal CVR seharusnya bisa bertahan selama 30 hari. Dia mengaku sempat menanyakan hal tersebut kepada pabrikan produksi Boeing tersebut.

"Saya tidak tahu. Saya tanya ke pabriknya ini tidak pernah terjadi," katanya dikutip dari Antara.

Skenario Jika CVR Tidak Ditemukan

Lalu bagaimana jika CVR tetap tidak ditemukan? Yaitu dengan memaksimalkan Flight Data Recorder (FDR) dan data-data lain.

"Ya mau nggak mau maka terpaksa kita akan menggunakan semua data yang ada. Apa yang ada ini akan kita maksimalkan bagaimana untuk mengetahui penyebab kecelakaan," kata Kepala Sub Komite Kecelakaan Penerbangan KNKT Nurcahyo Utomo.

Namun, alangkah baiknya jika CVR tersebut dapat segera ditemukan. Karena dengan dua data yang saling melengkapi dapat diketahui secara pasti penyebab jatuhnya pesawat nahas tersebut, pada Senin. 29 Oktober 2018.

Baca Juga : Seorang Penyelam Menghembuskan Nafas Terakhir Saat Mencari Korban Lion Air | Terkini Indonesia 


Share:

Seorang Penyelam Menghembuskan Nafas Terakhir Saat Mencari Korban Lion Air | Terkini Indonesia


Seorang Penyelam Menghembuskan Nafas Terakhir Daat Mencari Korban Lion Air

Seorang penyelam menghembuskan nafas Terakhir saat mencari korban Lion air
Syachrul Anto meninggal dunia usai mencari korban kecelakaan Lion Air
Terkini1235 - Kematian penyelam anggota tim Basarnas saat bertugas mencari korban Lion Air di laut Pantai Tanjung Pakis Karawang, Jawa Barat, menambah duka publik Tanah Air.

Penyelam tersebut diketahui bernama Syachrul Anto, merupakan anggota Indonesia Rescue Diver Team.

Syachrul Anto meninggal dunia usai mencari korban kecelakaan Lion Air PK-LQP, Jumat, 2 November kemarin. Saat ini jasad korban sudah disemayamkan di rumah duka, Surabaya, Jawa Timur.

Pimpinan Indonesia Rescue Diver Team, Bayu Wardoyo mengatakan, korban dievakuasi dari laut menggunakan kapal Victory milik Pertamina. Kemudian sekitar pukul 21.30 WIB menuju dermaga JICT 1.
"Habis itu langsung dibawa ke RSUD Koja, tapi dinyatakan meninggal pukul berapa tepatnya, kita nggak ada data. Terus dibawa ke rumah duka di Surabaya," kata Bayu kepada wartawan, Sabtu (3/11/2018).

Bayu tak tahu persis kronologi rekannya itu bisa tewas usai menyelam mencari korban Lion Air. Menurut dia, semua sedang diselidiki oleh Basarnas.

"Kita (Indonesia Rescue Diver Team) di bawah koordinasi Basarnas, jadi yang ngurus semuanya ini Basarnas mulai dari dibawa ke RS Koja sampai ke kampung halamannya, dimakamin juga pakai cara Basarnas," tutur Bayu.

Diduga karena Dekompresi


Sementara itu, Dansatgas SAR Kolonel Laut (P) Isswarto mengatakan, penyebab meninggalnya penyelam tersebut diduga karena dekompresi.

"Diduga dekompresi, karena tekanan, bekerja tidak tahu waktu, harusnya naiknya pelan-pelan, lima meter berhenti dulu, sampai muncul (ke permukaan), dia mungkin langsung," kata Isswarto saat dihubungi merdeka.com, Sabtu (3/11).

Isswarto mengatakan, harusnya penyelaman berakhir pada pukul 16.00 WIB, karena kondisi gelap dan cuaca yang kurang bersahabat. Namun, korban masih berada di bawah laut hingga pukul 16.30 WIB.

"Korban dari sipil, penyelam Basarnas," kata Isswarto.

Proses Pencarian Korban Dalam Air



Share:

Kemenhub Minta Lion Air dan Garuda Periksa Boeing 737-8 Max | Terkini Indonesia

Kemenhub Minta Lion Air dan Garuda Periksa Boeing 737-8 Max

Kemenhub Minta Lion Air dan Garuda Periksa Boeing 737-8 Max
Kemenhub Minta Lion Air dan Garuda Periksa Boeing 737-8 Max

Terkini1235, LIon Air - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengeluarkan surat bernomor 1063/DKPPU/STD/X2018 yang ditujukan untuk Direktur Utama PT Garuda Indonesia dan Direktur Utama PT Lion Mentari Airlines.

Surat tertanggal 29 Oktober 2018 itu berisikan permintaan pemeriksaan khusus kelaikudaraan Boeing 737-8 Max yang dimiliki oleh dua maskapai tersebut, yakni Garuda dan Lion Air.

Surat itu juga diberikan untuk menindaklanjuti kecelakaan pesawat udara Boeing 737-8 Max registrasi PK-LQP yang dioperasikan oleh PT Lion Mentari Airlines dengan nomor penerbangan JT 610 rute Jakarta-Pangkalpinang, pada Senin 29 Oktober 2018.

Baca Juga : Kecelakaan Pesawat Terburuk 2018 Lion Air JT 610 | TERKINI INTERNASIONAL

Bersama surat tersebut, Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara menginstruksikan untuk segera dilakukan pemeriksaan khusus aspek kelaikudaraan pada seluruh Boeing 737-8 Max yang beroperasi di Indonesia.

Surat itu pun dibenarkan oleh Direktur Direktorat Kelaikan dan Pengoperasian Pesawat Udara Kemenhub Capt. Avirianto saat dikonfirmasi detikFinance, Selasa (30/10/2018).

"Iya jadi kita mengadakan inspeksi untuk pesawat tersebut, jadi untuk memastikan bahwa yang ada setipe 737-8 Max itu aman," ujarnya.

Avirianto mengungkapkan, bahwa pihak Garuda Indonesia memiliki 1 unit pesawat dengan tipe tersebut. Sementara Lion Air memiliki 11 unit pesawat tipe tersebut. Dia bilang, pemeriksaan harus dilakukan untuk seluruh pesawat

Share:

Kecelakaan Pesawat Terburuk 2018 Lion Air JT 610 | TERKINI INTERNASIONAL

Kecelakaan Pesawat Terburuk 2018 Lion Air JT 610

Kecelakaan Pesawat Terburuk 2018 Lion Air JT 610
Kecelakaan Pesawat Terburuk 2018 Lion Air JT 610

Terkini1235
, LION AIR
- Pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT 610 jatuh ke Laut Jawa tak lama setelah lepas landas Bandara Internasional Soekarno Hatta, pada Senin 29 Oktober pagi. Seluruh 189 orang di dalamnya dikhawatirkan tewas, meskipun upaya penyelamatan sedang berlangsung.

Pesawat nahas itu adalah jenis Boeing 737 Max 8 generasi terbaru, yang dikirim ke maskapai Lion Air pada Agustus tahun lalu.

Dikutip dari Business Insider pada Selasa (30/10/2018), penerbangan JT 610 disebut sebagai insiden fatal pertama yang melibatkan Boeing 737 Max 8, dan diperkirakan menjadi kecelakaan paling mematikan dalam penerbangan sipil sepanjang tahun ini.

Perkiraan di atas didasarkan penelusuran fakta kecelakaan aviasi yang terjadi sejak awal 2018 hingga pada kasus terakhir yang menimpa Lion Air JT 610.


Adapun kecelakaan aviasi paling serius yang terjadi di tahun ini adalah ketika sebuah pesawat angkut Ilyushin Il-76 yang dioperasikan oleh angkatan udara Aljazair --memuat personil militer dan keluarganya-- jatuh pada April lalu.

Meski kecelakaan itu menewaskan seluruh 257 orang di dalamnya, namun hal tersebut tidak dianggap sebagai insiden sipil, lantaran pesawat yang digunakan adalah milik institusi.

Sebelum jatuhnya Lion Air JT 610, insiden penerbangan sipil pertama tahun ini terjadi pada bulan Februari, ketika pesawat Saratov Airlines 703 jatuh beberapa menit setelah lepas landas dari Bandara Internasional Domodedovo Moskow. Seluruh 71 penumpang dan anggota awak di dalam kabin buatan Ukraina Antonov An-148 itu dilaporkan tewas.

Seminggu kemudian, Iran Aseman Airlines dengan nomor Penerbangan 3704, menggunakan pesawat udara regional ATR 72 turboprop, menabrak Gunung Dena di Iran, yang menewaskan seluruh 66 orang di dalamnya.


Pramugari Maskapai Lion air yang ikut serta dalam penerbangan JT 610

Share:

Cita Citata Merasa Takut Naik Pesawat Setelah Kejadian LION Air JT610 | TERKINI INDONESIA

Cita Citata Merasa Takut Naik Pesawat Setelah Kejadian LION Air JT610

Cita Citata Merasa Takut Naik Pesawat Setelah Kejadian LION Air JT610 | TERKINI INDONESIA
Cita Citata Merasa Takut Naik Pesawat Setelah Kejadian LION Air JT610 | TERKINI INDONESIA

Terkini1235
, LION AIR - Penyanyi dangdut Cita Citata sempat terkejut mengetahui pesawat Lion Air JT 610 dinyatakan ‎hilang dan terjatuh di Tanjung Kerawang, Jawa Barat, Senin (29/10/2018).

Sebagai seorang selebriti yang kerap menggunakan jasa pesawat terbang, Cita Citata mengaku risau dengan kejadian tersebut.

"Aku pertama sedih banget, kedua shock banget, karena maksudnya kita enggak ada yang tahu kejadian apa yang akan terjadi. Terus aku benar-benar deg-degan karena kan aku pergi-pergian. Aku intens banget dalam seminggu bisa tiga sampai empat kali," ujar Cita Citata ditemui di kawasan Kapten Tendean, Jakarta Selatan, Senin (29/10/2018)

BACA JUGA : KRI Banda Aceh Juga Di Kerahkan untuk Membantu Evakuasi JT610 LION AIR | TERKINI INDONESIA

Bahkan, gara-gara insiden jatuhnya pesawat Lion Air JT 610, Cita Citata semakin takut menggunakan transportasi udara. Terlebih, beberapa jadwal pekerjaannya memaksa dirinya menggunakan pesawat terbang.

"Takut banget, maksudnya fatal banget kan karena kelalaian dan enggak dicek apapun itu, aku enggak ngerti. Tapi yang pasti aku takut banget, aku sering banget terbang," ujar Cita Citata.

Atas kejadian ini, Cita Citata berharap korban jiwa segera bisa dievakuasi dan dikembalikan kepada keluarga. Selain itu, pelantun "Goyang Dumang" ini berharap agar tidak ada lagi insiden jatuhnya pesawat seperti sekarang ini.

‎"Mudah-mudahan, aku berdoa semoga korban cepet dievakuasi dan enggak ada lagi kejadian seperti itu," ujar Cita Citata.

Diketahui pesawat Lion Air JT-610 diterbangkan dari Bandara Soekarno pukul 06.33 WIB Hatta menuju Pangkal Pinang. Pesawat itu mengangkut 189 orang penumpang dan awak pesawat.

Maskapai Lion Air berduka cita atas kecelakaan pesawatnya dengan nomor penerbangan JT 610 rute penerbangan Jakarta - Pangkalpinang. Sebagai bentuk duka cita, perusahaan mengubah warna laman utama situs web lionair.co.id menjadi hitam putih.

Lokasi Jatuhnya Pesawat
Share:

KRI Banda Aceh Juga Di Kerahkan untuk Membantu Evakuasi JT610 LION AIR | TERKINI INDONESIA

KRI Banda Aceh Juga Di Kerahkan untuk Membantu Evakuasi JT610 LION AIR

KRI Banda Aceh Juga Di Kerahkan untuk Membantu Evakuasi JT610 LION AIR | TERKINI INDONESIA
KRI Banda Aceh Juga Di Kerahkan untuk Membantu Evakuasi JT610 LION AIR | TERKINI INDONESIA

Terkini1235 , LION AIR
 - Panglima Komando Armada I Laksamana Muda TNI Yudo Margono mengatakan, KRI Banda Aceh akan dikerahkan Selasa (30/10/2018) ini untuk membantu pencarian pesawat Lion Air JT 610 yang jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat. KRI Banda Aceh pernah diterjunkan pada kecelakaan pesawat AirAsia QZ8501 2014 silam.

"Nanti KRI Banda Aceh berangkat dengan seperti pengalaman yang lalu pernah AirAsia dengan kemampuan menyelam kita dan tentu akan kita maksimalkan," kata Yudo di Posko Basarnas, JICT II, Jakarta Utara, Senin (29/10/2018).

Yudo menambahkan, jika titik kordinat pesawat Lion Air JT 610 sudah ditemukan, KRI Banda Aceh akan memaksimalkan proses evakuasi dan mengangkut bangkai pesawat.

"Besok sekitar jam 10.00 WIB (baru berangkat). Karena hari ini baru persiapan keberangkatan,"  jelasnya.

KRI Srikuda juga dipersiapkan untuk membawa bekal logistik ke tim SAR yang berada di perairan Karawang. Yudo berharap pencarian pesawat Lion Air JT 610 bisa maksimal.

"Jadi kita belanjakan di sini sehingga mereka tetap di sana. Jadi biar mereka melakukan pencarian atau SAR secara maksimal di sana," pungkasnya.

Tim penyelam gabungan dari Basarnas maupun TNI tengah fokus mencari badan pesawat Lion Air yang jatuh di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat. Sampai kini dipastikan badan pesawat belum ditemukan.

Tim penyelam baru menemukan beberapa serpihan dari ekor pesawat Lion Air JT 610 dan bagian tubuh penumpang.

Direktur Operasional Basarnas, Brigjen Bambang Suryo Aji memastikan masih banyak penumpang yang berada di dalam badan pesawat sehingga pencarian badan pesawat ini menjadi fokus utama.

"Saya prediksi, dengan adanya operasi pencarian atas permukaan, mulai pagi sampai sekarang baru menemukan beberapa bagian tubuh saja. Saya perkirakan banyak korban yang masih di dalam pesawat," jelas dia dalam konferensi pers di Gedung Basarnas, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (29/10) sore.

BACA JUGA : Cita Citata Merasa Takut Naik Pesawat Setelah Kejadian LION Air JT610 | TERKINI INDONESIA

Karena itu, Basarnas harus segera mencari posisi kapal tersebut untuk dilaksanakan penyelaman. Karena sangat memungkinkan sekali kedalamannya untuk dilakukan penyelaman.

Titik lokasi badan pesawat belum bisa dipastikan. Kapal Hidro Oseanografi KRI Rigel yang juga diterjunkan sejak sore tadi belum memberikan informasi temuan titik lokasi pesawat.

"Saat ini belum bisa dipastikan, karena yang menggunakan kapal Rigel pun belum melaporkan kepada kami dengan menggunakan alat deteksi," jelasnya.

"Pencarian bangkai pesawat akan kita upayakan dengan menambah alat dari BPPT. Namun yang sudah bekerja adalah dari kapal Pushidrosal yang dilengkapi dengan ROP maupun peralatan pendeteksi benda di bawah (laut)," tambah Bambang Suryo.

Lokasi Pencarian Lion air
Share: